FINGER PRINT DI PUSKESMASKU

Posted on Updated on

585_22401320110719eSetelah lama mendengar cerita teman di rumah sakit tentang “repotnya” absensi menggunakan finger print (sidik jari), akhirnya kami di puskesmas juga mengalaminya. Telah satu minggu ini kami menandai kehadiran dengan sidik jari. Repot? ya sedikit (mungkin tepatnya belum terbiasa), lebih susah bagi pegawai mungkin, tapi lebih baik untuk puskesmas pastinya.

Budaya Kerja

Sebenarnya budaya kerja tepat waktu telah lama saya jalani. Selama 4 tahun saya bekerja di perusahaan swasta yang mengharuskan kerja tidak hanya 7 atau 8 jam sehari tapi sampai 12 jam sehari, absensi menggunakan mesinpun dahulu sudah terbiasa. Namun setelah itu lama saya bekerja dengan budaya dan ritme yang tidak seketat seperti di perusahaan dahulu. Dengan absensi finger print ini, sayapun seperti bernostalgia ketika bekerja di perusahaan swasta dahulu.

Macam mesin finger print

Mesin finger print dipasaran sangat beragam baik dari merk, harga hingga kemampuannya. Bagi instansi pengguna, selain harga tentu hal lain yang diperhatikan dalam memilih mesin finger print adalah kemampuannya yang biasanya disandarkan pada kemampuan menampung user dan kapasitas log.

Mesin finger print ada yang mampu menampung user sebanyak 20 000 sidik jari dengan jumlah log(transaksi) sebanyak 200.000 transaksi dengan fitur layar lcd berwarna dan standalone. Ada yang hanya menampung user sebanyak 3000 sidik jari dengan jumlah log sebanyak 50.000 transaksi, dengan fitur layar lcd hitam putih.  Ada juga mesin finger print yang memerlukana komputer dengan jumlah user dan jumlah log yang  tdk terbatas. Kesemuanya tentunya kembali pada harga mesinnya. Dipasaran harga mesin finger print beragam dari 1 jutaan sampai 16 jutaan (built in web server).

Instalasi Finger Print

Untuk dapat digunakan mesin finger print tentunya harus dilakukan proses instalasi. Prosesnya secara detil pasti berbeda tergantung jenis mesinnya, namun secara umum hampir sama. Mesin finger print yang kami gunakan bersifat stand alone. Tahapan instalasinya adalah: (1) Harus disiapkan satu unit komputer yang memiliki LAN card, (2) Lakukan instalasi software pengelola,  (3) Isikan data pegawai, (4) buat pola kerja yang diinginkan, (5) upload data pegawai ke mesin finger print dengan menghubungkan komputer dan mesin menggunakan kabel utp+rj45 dan LAN card. (6) Rekam sidik jari pegawai sebagai registrasi awal. (7) mesin finger print siap dipakai.

Dari finger print sampai ke citra digital

Teknologi perekaman sidik jari merupakan salah satu metode pengukuran biometrik yang merupakan pengukuran keotentikan dari karakteristik fisiologis dan prilaku seseorang. Untuk dapat mengukurnya digunakan alat bantu yang disebut metode pengenalan pola. Adapun pola yang diukur adalah gambaran/citra yang didapat dari cahaya yang dipancarkan oleh mesin ke jari kita.

Terlihat rumit memang, namun manfaatnya dapat digunakan oleh kita semua, dan harapan saya adalah “semoga puskesmas tempat saya berkerja dapat lebih maju”. Semoga bermanfaat bagi semua (hwb).

2 thoughts on “FINGER PRINT DI PUSKESMASKU

    tiko said:
    January 21, 2015 at 2:25 pm

    Bisa tidak ya ketika di Puskesmas rawat inap petugasnya langsung 2 shift finger printnya merecord jam datang dan pulang mis. Shift pagi kemudian langsung shift siang

      masheri2013 responded:
      July 11, 2016 at 6:37 am

      Mohon maaf, dapat ditanyakan kepada teknisi finger print nya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s