HEMOGLOBIN (BAGIAN 1)

Posted on Updated on

header_hbDi penghujung tahun masehi ini memang selalu memberikan akumulasi pekerjaan yang cukup menyita waktu. Namun untuk menjaga blog ini tetap “hidup” saya harus tetap “menulis”, inilah yang menjadi tantangan terberat para blogger, yaitu harus menyisakan waktu untuk menulis di tengah banyaknya agenda hidup sehari-hari. Btw, kenapa jadi curcol? Khan saya mau nulis artikel tentang laboratorium kesehatan.

Mulai kali ini saya berusaha akan menulis tentang topik-topik dasar seputar laboratorium, jadi bagi para analis kesehatan ini hanya sebagai “refreshing” saja tentunya, namun dapat menjadi tambahan pengetahuan bagi masyarakat umum.

heme
struktur heme

Hemoglobin, metaloprotein ini merupakan komponen penting dari sel darah merah yang berfungsi membawa oksigen dan mendistribusikan ke seluruh bagian tubuh. Identitas lebih detil dapat dilihat dari namanya “hemoglobin” yang jika diurai menjadi “heme” dan “globin”. Beberapa sumber mendefinisikan heme sebagai pigmen organik berwarna merah dan atom lain dimana keduanya berikatan dengan oksigen, sedangkan globin diartikan sebagai jenis dari protein globular.

Struktur Kimia

Struktur dari heme berupa cincin heterosiklik (cincin siklik lebih dari satu macam) dan lazim disebut dengan porfirin yang mengikat atom Fe (besi). Jika digambarkan terlihat seperti gambar ilustrasi yang saya sajikan.

Sedangkan struktur globin akan sulit digambarkan secara detil karena besarnya molekul globin, namun jika globin ini bergabung dengan heme akan membentuk hemoglobin dengan ilustrasi seperti pada gambar berikutnya.

Sintesis

hemoglobin
struktur hemoglobin

Sintesis Heme: Sintesis heme dapat dimulai dari penyerapan zat besi dari makanan oleh apotransferin di usus halus dan dilepaskan ke plasma darah dalam bentuk transferin plasma. Karena Fe yang dapat diserap dalam bentuk Fe2+, maka  fe ini diubah menjadi Fe3+ oleh hephaestin untuk kemudian di bawa ke dalam mitokondria sel.

Sintesis Porfirin: Di sisi lain, porfirin dibentuk dari 2 bahan pokok yaitu suksinil KoA dan asam amino glisin di mitokondria. Setelah adanya Fe dan porfirin, maka dimulailah penggabungan keduanya menjadi heme yang di bantu oleh hemesintase.

Sintesis Globin: Adapun sintesis globin sama halnya dengan sintesis protein lainnya, dimana umumnya protein akan dibentuk di ribosom yang berada di retikulum ednoplasma dari sel. Sintesisnya melalui dua bagian yaitu proses transkripsi dan translasi dan akan melibatkan asam nukleat baik DNA ataupun RNA.

Sistensis Hemoglobin: Sistensis hemoglobin membutuhkan 4 gugus heme dan globin dengaan rantai berjenis alfa dan beta. Penggabungan semua komponen ini akan menghasilkan hemoglobin. Heme dari hemoglobin merupakan gugus prostetik yang memediasi pengikatan oksigen dan protein globin mengelilingi dan melindungi heme (tentunya proses sintesis secara detil tidaklah sesingkat dan semudah yang saya tulis).

Literatur: Dari berbagai sumber.

Bahasan hemoglobin insya Allah akan saya lanjutkan di posting berikutnya. Semoga bermanfaat bagi semua (HWB).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s