SUDAH BAIKKAH TATA KELOLA PERBEKALAN FARMASI PUSKESMAS KITA?

Posted on Updated on

rak obatApakah anda seorang pengelola obat (farmasis) yang bekerja di Puskesmas seperti halnya saya? Jika ya, apakah kita sudah menggunakan tata kelola perbekalan farmasi di Puskesmas dengan baik? Pada posting kali ini saya akan membahas apa sajakah yang harus diperhatikan dalam tata kelola perbekalan farmasi di Puskesmas. Saya bukan dalam posisi menggurui namun hanya “share” apa yang saya bisa bagikan kepada rekan-rekan seprofesi.

Kewenangan Bagian Farmasi

Pada dasarnya bagian farmasi di puskesmas mempunyai prinsip yang sama dengan instansi farmasi lainnya, namun bagian farmasi puskesmas mempunyai kharakteristik yang sedikit berbeda. Bagian farmasi puskesmas mengurusi perbekalan farmasi yang dikelolanya sendiri dan perbekalan farmasi yang dikelola pihak lain yang masih dalam pengawasannya. Seluruh instansi yang menggunakan perbekalan farmasi dan masih subordinat dari puskesmas seperti ruangan di dalam puskesmas, pustu, dan poskeskel/poskesdes juga menjadi tanggung jawab bagian farmasi puskesmas.

Karena kewenangannya cukup luas, maka diperlukan tata kelola perbekalan farmasi yang baik agar pelayanan farmasi dapat berjalan. Oleh karenanya ada beberapa hal umum yang perlu diperhatikan dalam tata kelola perbekalan farmasi dengan baik, antara lain:

Mempersiapkan Gudang Dengan Baik

Gudang farmasi di puskesmas mempunyai peranan penting dalam kegiatan pelayanan farmasi, baik buruknya (kualitas) sediaan farmasi yang diberikan sangat bergantung dari gudang obat yang kita punya, sehingga perlu disiapkan dengan baik. Namun di puskesmas hal ini banyak terkendala jika berkaitan dengan bangunan, karena hal ini biasanya diluar kewenangan manajemen puskesmas.

Mengatur Persediaan Obat

Banyak pihak yang menggunakan perbekalan farmasi mengharuskan bagian farmasi puskesmas ekstra hati-hati dan kerja keras untuk dapat tetap mengendalikan persediaan perbekalan farmasi. Selain itu diperlukan suatu sistem informasi yang baik (manual ataupun berbasis komputer) agar dapat memastikan persediaan perbekalan farmasi terjaga.

Membuat Pencatatan Dengan Baik

Seluruh kegiatan distribusi perbekalan farmasi mulai dari arus masuk, keluar, mutasi barang, hingga pemakaian haruslah tercatat dengan baik dan tertata dengan baik. Berkaitan dengan hal inilah yang sering dilakukan pemantauan/supervisi dari Bagian Farmasi Dinas Kesehatan (UPT Gudang Farmasi dan seksi farmasi) ke Puskesmas.

Pemesanan Obat

Di puskesmas untuk saat ini lebih tepat disebut dengan permintaan obat, karena pengadaan obat dilakukan oleh Seksi Farmasi Dinas Kesehatan. Namun seiring dengan perubahan status Puskesmas di daerah saya menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), maka ke depan puskesmas dapat melakukan pengadaan obat sendiri (buat puskesmas yang belum punya apoteker harus siap-siap mencari apoteker, dan bagi apoteker dapet peluang lebih besar untuk bekerja di Puskesmas).

Ada hal lain yang juga penting, menyongsong pemberlakuan BPJS kesehatan di tahun 2014 maka bagian farmasi puskesmas harus lebih jeli dalam melakukan permintaan obat karena pola layanan kesehatan akan banyak terjadi perubahan sehingga pemakaian perbekalan farmasi akan sulit diprediksi jika menggunakan perhitungan yang biasa dilakukan. Terlebih saat ini banyak Dinas Kesehatan yang mengadakan perbekalan farmasi dengan metode “bottom to top” guna mengurangi resiko. Maka bagian farmasi menjadi kunci yang sangat penting dalam pengadaan obat puskesmas.

Menerima Persediaan Obat

Bagian ini menjadi penting tatkala berhubungan dengan permintaan kebutuhan kita, kurang jelinya bagian farmasi menerima perbekalan farmasi baik dalam segi jumlah, jenis, ataupun keadaan perbekalan akan berakibat pada ketersediaan perbekalaan farmasi. “Cek and ricek” menjadi kunci dalam proses ini.

Pemberiaan Persediaan Obat

Bagian terakhir pada posting kali ini adalah pemberiaan obat ke pasien. Terlihat enteng memang namun akan berakibat fatal jika teledor, salah memberikan jenis obat tentu akan berakibat yang sangat bahaya, terlebih di era sekarang dimana masyarakat sangat kritis (hingga terkadang berlebihan), harus berhati-hati dengan sediaan yang mempunyai kemasan yang hampir sama, verifikasi resep dan sediaan sebelum penyerahan obat menjadi bagian penting. Jangan lupa dengan PIO nya.

Semoga bermanfaat bagi semua (HWB).

3 thoughts on “SUDAH BAIKKAH TATA KELOLA PERBEKALAN FARMASI PUSKESMAS KITA?

    SUDAH SIAPKAH GUDANG OBAT ANDA? « masheri2013 said:
    December 17, 2013 at 1:48 am

    […] posting terdahulu (Sudah Baikkah Tata Kelola Perbekalan Farmasi Puskesmas Kita?) saya telah menuliskan bahwa gudang obat merupakan bagian yang sangat menentukan kualitas sediaan […]

    coe_siti said:
    December 1, 2014 at 9:49 pm

    assalamu’alaikum
    salam kenal,,saya ucu dari bogor,,
    terima kasih share tulisannya,,sangat bermanfaat,,khususnya bagi saya,,sehingga bisa mempunyai bayangan tentang pekerjaan kefarmasian di puskesmas…
    saya sangat butuh tentang informasi yg berkaitan dg pekerjaan kefarmasian d puskesmas,,,

      masheri2013 responded:
      January 7, 2015 at 5:47 am

      salam kenal kembali, sekarang saya aktif mengelola blog: pkmsusunanbaru.wordpress.com silahkan kunjungi blognya, sebagian juga membahas bidang kefarmasian.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s