LAUNCH SISTEM INFORMASI TUBERCULOSIS TERPADU (SITT)

Posted on Updated on

sittBeberapa hari lalu saya menghadiri peluncuran (launch) Sistem Informasi Tuberkulosis Terpadu (SITT) untuk wilayah Bandar Lampung di sebuah hotel di Bandar Lampung, diselenggarakan oleh Dinkes Kota Bandar Lampung, lunch SITT ini dihadiri oleh analis kesehatan dan pengelola program TB puskesmas se-Bandar Lampung, dan difasilitatori oleh pak Bambang dari Dinkes Propinsi Lampung.

User SITT

Acara ini didahului oleh monitoring dan evaluasi Program Penanggulangan Tuberkulosis (P2TB), kemudian dilanjutkan peluncuran SITT. Diawal acara, panitia dan pak Bambang memaparkan tentang sistem pelaporan program Tuberkulosis, dimana mulai tahun 2014 pelaporan program tuberkulosis akan berbasis ICT. Kemudian beliau memaparkan secara umum tentang SITT yang akan diterapkan, karena Sistem Informasi ini mencakup keseluruhan pihak yang berkaitan dengan P2TB, maka bagi P2TB di puskesmas tidak akan menggunakan semua modul yang ada, hanya sekitar 4 modul yang akan digunakan.

User Sistem ini adalah Analis Kesehatan dan Pengelola P2TB, Analis Kesehatan akan melakukan entry data TB 06 dan data dasar, sedangkan Pengelola P2TB akan melakukan entry data TB 01 dan data dasar, di dinas kesehatan kota Bandar Lampung, wasor (wakil supervisor) TB menjadi user yang dapat memantau entry data user di Puskesmas, begitu juga di level berikutnya.

Paket Bundling SITT

Setelah memaparkan secara umum, maka acara akan dilanjutkan dengan simulasi SITT menggunakan sistem offline, oleh karena itu kami mulai sibuk berbagi file yang dibagikan dan kemudian melakukan instalasi perangkat lunak yang diberikan. Ternyata file yang dibagi adalah server apache, database mysql dan aplikasi SITT offline yang dibundling dalam file .exe.

Ada banyak masalah yang terjadi ketika proses instalasi karena umumnya laptop para peserta mempunyai settingan yang berbeda-beda. Bahkan sayapun sampai harus 2 kali instalasi baru bisa menjalankan sistemnya, karena saya lupa kalo sistem operasi di komputer jinjing saya telah terpasang appserv, dan mysql saya telah diberi password. Maka saya lakukan instalasi lagi di sistem operasi kedua saya (komputer jinjing saya kebetulan saya pasang 2 sistem operasi).

Selain itu proses instalasi sayapun sering di “interupsi” oleh rekan-rekan puskesmas lain karena kebingungan melakukan instalasi, namun alhamdulillah proses instalasinya selesai juga dan aplikasi SITT offline dapat dijalankan.

Simulasi Offline

Setelah selesai melakukan instalasi, maka pak Bambang mulai membimbing peserta untuk melakukan entry data. Ternyata cukup banyak data yang harus dientry, terutama data TB 06 yang harus rutin di entry untuk setiap bulan (kalo ditunda sampe triwulan bakalan numpuk kerjaannya, terutama puskesmas dengan jumlah pasien TB yang banyak). Oleh karenanya para analis kesehatan harus lebih meningkatkan kompetensinya di bidang ICT, terutama penguasaan tentang sistem informasi ini.

Setelah melakukan entry data dasar, data TB 06, dan data TB01 (data TB 01 hanya melengkapi dari data TB06, sehingga baru bisa dientry jika TB06 telah dientry) maka proses pencetakan dapat dilakukan. Yang saya maksud pencetakan adalah pencetakan data ke file excel, untuk kemudian digunakan jika diperlukan.

Upload Data Laporan SITT

Pada pelaksanaannya entry data memang dapat menggunakan aplikasi dari simulasi offline. Jika telah selesai, maka kita harus melakukan export data menjadi file yang berbentuk .rar (tidak dapat dibuka oleh user karena berisi file database). Setelah mendapatkan file .rar hasil export data,  maka kita baru melakukan koneksi internet dan login ke website SITT milik Kemenkes, kemudian menggunakan menu uploading kita cukup mengambil file .rar nya dan kemudian diupload ke server. Maka selesailah untuk sementara tugas bagi para user di Puskesmas.

Sistem Terkomputerisasi Menambah Kerjaan?

Ya, untuk saat ini memang sebagian besar pelaksanaan sistem informasi yang terkomputerisasi (terutama di pemerintahan) umumnya masih dalam tahap adaptasi, sehingga sistem yang berjalan selalu ada 2, sistem terkomputerisasi dan sistem manual. Hal ini menyebabkan bertambahnya beban di satu sisi dan meningkatkan kualitas data di sisi yang lain. Namun memang semua memerlukan adaptasi dan semoga ke depan sistem informasi yang terkomputerisasi (Computer Base Information System/CBIS) sudah menjadi “backbone” dari proses bisnis di pemerintahan sehingga beban kerja bagi pegawainya dapat berkurang namun data tetap dapat diandalkan.

Semoga bermanfaat bagi semua (HWB).

2 thoughts on “LAUNCH SISTEM INFORMASI TUBERCULOSIS TERPADU (SITT)

    agunghermawan said:
    April 23, 2016 at 8:56 am

    Pak minta app SITT bisa apa engga Pak ? kalo bisa tolong kirim lewat email,

      masheri2013 responded:
      July 10, 2016 at 10:58 pm

      Mohon maaf, terlalu besar mas jika di email. coba minta kepada supervisor TB di dinkesnya….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s