bpjs kesehatan

LABORATORIUM PUSKESMAS MENGHADAPI BPJS KESEHATAN

Posted on Updated on

bpjs_jknDi penghujung tahun 2013 lalu saya mengikuti lokakarya mini (lokmin) di tempat kerja saya, salah satu hasilnya adalah saya selaku Pranata Laboratorium Kesehatan (Analis Kesehatan) diharapkan untuk menyiapkan segala sesuatu yang berkaitan dengan pemeriksaan laboratorium untuk menghadapi BPJS di tahun 2014.

Waktu itu saya bingung, karena waktu itu kami memang masih “buta” mengenai BPJS. Termasuk didalamnya apa saja pemeriksaan laboratorium yang wajib diadakan selaku pelayanan kesehatan primer (Puskesmas). Beberapa waktu kemudian akhirnya pimpinan saya memberikan informasi tentang apa saja pemeriksaan laboratorium yang wajib disediakan oleh Puskesmas, berikut ini adalah pemeriksaannya:

Pemeriksaan Penunjang Diagnostik Laboratorium Tingkat Pertama:

1. Pemeriksaan Darah Sederhana

Hemoglobin, apusan darah tepi, trombosit, lekosit, hematokrit, eusinofil, eritrosit, golongan darah, laju endap darah, dan malaria

2. Urine Sederhana

Warna, berat jenis, kejernihan, pH, lekosit, dan eritrosit.

3. Feses sederhana

Benzidine test, mikroskopis cacing

4. Gula darah sewaktu

Pemeriksaan laboratorium lainnya

Nah, hal ini yang membingungkan. Ada beberapa pemeriksaan laboratorium lainnya yang tidak tersebut namun dibutuhkan untuk menegakkan diagnosa dari 144 jenis penyakit yang wajib dilayani oleh Puskesmas. Misalnya pemeriksaan BTA untuk tuberkulosis paru tanpa komplikasi,  PP test untuk pemeriksaan kehamilan, pemeriksaan protein urine dan reduksi urine untuk kehamilan normal, WIDAL untuk demam tifoid dan lainnya.

Kesemuanya tentunya akan akan kembali kepada pranata labkes  bagaimana melakukan komunikasi kepada pimpinan untuk mengakomodasi seluruh kebutuhan laboratorium di Puskesmas.

Semoga bermanfaat bagi semua (HWB).

PCARE LAGI, SETELAH 1 HARI PEMAKAIAN

Posted on Updated on

BPJS1 Rabiul Awwal 1435 H bertepatan 2 Januari 2014 M merupakan pertama kali Puskesmas kami menggunakan PCARE, tentunya ada banyak hambatan yang kami temui. Pasien pertama harus dirujuk ke Rumah Sakit A. Dadi Tjokrodipo dan Alhamdulillah surat rujukan dapat dicetak, namun ketika kami membuat rujukan kedua aplikasi berjalan lambat walaupun internet kami baik-baik saja, alhasil rujukan kedua terpaksa kami buat secara manual, di akhir waktu kerja Alhamdulillah kami akhirnya sukses melakukan entry data untuk semua jenis pelayanan di hari ini.

Sembari melakukan entri data, saya juga berbagi informasi tentang penggunaan PCARE ini kepada rekan-rekan yang berkepentingan (karena bukan saya yang nantinya melakukan entry data, namun rekan-rekan saya di pendaftaran dan di balai pengobatan (umum, gigi dan KIA). Berikut tips yang juga dapat saya bagi kepada pemakai PCARE di puskesmas setelah 1 hari kami mencobanya (saya tidak menguraikan prosedur karena telah ada di manual yang diberikan oleh PT. ASKES).

Login

Menu login hampir pasti ada di semua aplikasi, termasuk juga PCARE. Di PCARE setelah memasukkan username dan password, maka kita tidak dapat menekan tombol enter namun harus di klik tombol loginnya.

pcare0

Tidak semua field menu pendaftaran harus di isi

Pada menu pendaftaran pasien ada banyak field yang harus diisi, namun sebenarnya beberapa field bukan lah pekerjaan bagian pendaftaran seperti keluhan, pemeriksaan fisik dan  tekanan darah sehingga field ini tidak perlu diisi dahulu (bagian BP umum, gigi dan KIA nanti yang akan mengisinya). Cukup isi field no kartu atau NIK (jika memakai KTP), jenis perawatan dan poli tujuan. Kemudian simpan dengan menekan tombol simpan.

pcare1

 Lihat pendaftaran baru isi pelayanan

Untuk bisa mengisi menu pelayanan pasien (ini kerjaannya bagian BP umum, gigi, KIA) kita harus lihat dulu daftar pasien di menu pendaftaran pasien, jangan lupa klik refresh agar data pasien selalu ter-update. Kemudiaan ingat no antri dari pasien yang akan diisi, nanti no antri ini dipakai untuk memanggil data pasien ketika akan mengisi data pelayanan pasien.

pcare2

Gunakan tombol tab

Untuk berpindah dari satu field ke field lainnya biasanya kita menggunakan mouse, hal ini terkadang sedikit menyusahkan, karena tangan harus berpindah dari keyboard ke mouse bolak-balik, untuk menguranginya kita dapat menggunakan tombol tab untuk berpindah dari satu field ke field lainnya.

Demikian untuk sementara informasi yang bisa saya bagaikan, semoga bermanfaat bagi semua (HWB).