PCARE, SISTEM INFORMASI PELAYANAN PASIEN BPJS KESEHATAN

Posted on Updated on

pcareSabtu pagi, tanggal 25 safar 1435H atau 28 Desember 2013 saya berangkat ke kantor ASKES Bandar Lampung (ASKES mulai 2014 berubah jadi BPJS Kesehatan). Atas instruksi Kepala Puskesmas, saya mengikuti pertemuan yang membahas penggunaan PCARE.

Apa itu PCARE?

PCARE atau kepanjangannya Primary Care merupakan sistem informasi pelayanan pasien yang ditujukan untuk pasien berstatus BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) berbasis komputer dan online via internet. Sesuai dengan namanya maka PCARE yang disosialisasikan kepada saya ditujukan bagi pelayanan primer (puskesmas) dan didalamnya melakukan pengolahan data mulai dari pendaftaran, bagian penegakan diagnosa, pemberian terapi, hingga pemeriksaan laboratorium.

Konsep Dasar PCAREFoto0540

PCARE ini dikembangkan oleh PT.ASKES, merupakan pengembangan dari aplikasi pelayanan kesehatan yang telah dilaksanakan di DI Aceh, Manado, dan Jakarta. Pada dasarnya dengan adanya PCARE, diharapkan semua data kesehatan, khususnya yang berhubungan dengan pelayanan pasien bersifat real time, terintegrasi dari setiap bagian di suatu institusi pelayanan kesehatan.

Menjelang Penerapan PCARE

Seperti diketahui bahwa PCARE akan diterapkan pada institusi pelayanan kesehatan primer seperti Puskesmas, namun jika ditelisik lebih dalam, makaada banyak hambatan yang kemungkinan akan terjadi jika akan dilaksanakan, antara lain: (1) Sumber Daya Manusia: SDM di Puskesmas saat ini masih minim dibidang teknologi informasi, sedangkan PCARE idealnya dilaksanakan oleh semua bagian yang melaksanakan pelayanan pasien dari suatu puskesmas (Alhamdulillah di Puskesmas saya lebih dari 50% sudah “melek komputer”). (2) Sarana/fasilitas: Seperti diketahui secara umum pastinya masih sedikit Puskesmas yang memiliki komputer di setiap ruangan yang ada terlebih jika harus ditambah dengan terkoneksi internet. Belum lagi masalah listrik yang tentunya kita semua pahami. (3) Kebutuhan end user yang belum terpenuhi: Saya tidak tahu apakah seluruh tahapan dari metode pengembangan sistem, utamanya analisis kebutuhan pemakai telah dilalui atau belum, namun saya merasa masih ada kebutuhan end user yang belum dapat dicapai dengan sistem ini, meskipun pihak PT.ASKES secara terbuka menerima saran untuk perbaikan sistem ini.

Nostalgia Kuliah

Jika melihat PCARE, maka saya teringat akan tugas skripsi saya yang juga membahas dan membuat Sistem Informasi Pelayanan Pasien di Puskesmas, hampir seluruh item di Sistem yang pernah saya buat ada di PCARE walau dengan bentuk yang berbeda, namun jumlah modul di PCARE lebih sedikit dibanding yang saya buat. Dari segi tampilan PCARE pastinya lebih baik (lha yang buat aja dibayar + tenaga profesional, kalo saya masih belajaran).

Penutup

Pada akhirnya saya berharap PCARE dapat dilaksanakan dengan baik, walaupun saya sebenarnya sedikit deg-degan karena hanya hitungan hari saja persiapannya, sedangkan hambatan-hambatan masih terlihat banyak didepan. Semoga bermanfaat bagi semua (HWB).

About these ads

34 thoughts on “PCARE, SISTEM INFORMASI PELAYANAN PASIEN BPJS KESEHATAN

    Noor Faizah said:
    January 3, 2014 at 6:09 am

    Apakah kami (Dinkes Kab. Gunungkidul) bisa memperoleh akses ke P-Care? P-Care akan double entry dengan Simpus yang sudah jalan, apakah ada interoperabilitasnya, sehingga tidak perlu dobel entry? Untuk Puskesmas mekanisme klaim apakah kapitasi ataukan klaim (seperti rumahsakit)?

      masheri2013 responded:
      January 3, 2014 at 7:02 am

      1. P-care diperuntukkan pada unit layanan kesehatan, sehingga dinas kesehatan tidak menggunakan P-care. Klo akses ke dalam sistem, selama punya username dan password yang diberikan oleh pihak pengembang (PT. ASKES setempat) maka dapat mengaksesnya.
      2. Kemungkinan besar P-care tidak kompatible dengan aplikasi sistem informasi yang sudah ada, karena proses pengembangannya berbeda sehingga basis data yang digunakan tentu berbeda. Memang ada banyak aplikasi sistem informasi yang beredar di dinas kesehatan atau puskesmas dan kesemuanya berjalan masing-masing, seperti SISKOHATKES (haji), SIMBADA (inventaris), SITT (tb paru), dan masih banyak lagi. Semua aplikasi sistem informasi ini harus dientry tersendiri.
      SIMPUS dan P-Care memang aplikasi yang peruntukkannya sama. Yang menjadi sulit, pastinya struktur basis datanya berbeda, table-tablenya dan field-field dalam basis data keduanya pasti berbeda sehingga kondisinya menjadi sulit. Perlu ada diskusi lebih lanjut antara pengembang SIMPUS dan pengembang PCARE untuk menyamakan persepsi sehingga dapat “one stop service” untuk melakukan entry data.
      3. Di puskesmas kami dan semua puskesmas di Bandar Lampung menggunakan kapitasi, nilainya telah disepakati perorang XXXX rupiah. Yang belum saya ketahui adalah Puskesmas Rawat Inap.

      tavivsupriadi said:
      January 10, 2014 at 8:52 am

      Klik aja ini Mbak Iah : http://pcare2.bpjs-kesehatan.go.id . Kalau Puskesmas sistem kapitasi, untuk pertanyaan yang lain belum bisa jawab soalnya juga belum nyoba, ha….. ha…. ha….

      hadrianti lasari said:
      February 25, 2014 at 8:05 am

      siapa yang menggunakan pcare ddi puskesmas ? apakaha hanya bagian pendaftaran ? entry datanya mengenai diagnosa dll dilakukan oleh siapa? apakah dokter setempat diharapkan menggunakan pcare tersebut? untuk siapa sebenarnya pcare ini diperuntukkan ? ditunggu infonya…

        masheri2013 responded:
        February 28, 2014 at 1:02 am

        1. Saat ini pengguna p-care adalah pendaftaran dan petugas medis (dokter)
        2. Bagian pendaftaran hanya melakukan entry data registrasi, sedangkan data medis pasien di entnry oleh tenaga medis.
        3. Sebagian besar data yang dientry adalah data medis, jadi sebenarnya dokterlah yang diharapkan menjadi petugas entry data p-care, walaupun kenyataan dilapangan yang melaksanakan entry data adalah tenaga paramedia (perawat) atau tenaga lain.
        4. P-care dtijukan untuk BPJS kes. (Askes) guna mengevaluasi pelaksanaan pelayanan BPJS kesehatan, walaupun kita juga mungkin dapat mengambil manfaat dari p-care.

    Dede Faisall Amarullah said:
    January 15, 2014 at 3:43 am

    lama terus nih mas , ada berapa server sih? coba atuh lebih ditingkatkan kecepatan servernya kasian pasien lama nunggu dan lagi buru” . maaf hanya info terima kasih

      masheri2013 responded:
      January 15, 2014 at 10:58 pm

      a) ya, sama mas kami juga merasakan lamanya respon p-care.
      b) nah itu dia kayaknya servernya gak banyak tuh, saya juga membayangkan kalo servernya dipecah/diperbanyak jadi bisa lancar.
      c) He..he.. kalo disuruh ningkatin kecepatan kitakan sama2 pengguna.
      Nah utk mensiasatinya :
      1) pernah susah login ke pcare? kalo iya, coba loginnya jgn siang (diatas jam 9 pasti servernya lagi sibuk ngelayanin puskes seindonesia raya yg lg sudah login duluan.), klo di saya karena masuk kerjanya tet jam 7.30, jadi loginnya biasanya jam 7.30 dan lancar aja loginnya.
      2) klo sdh bisa masuk ke sistem p-care jgn pernah logout sampe plg kerja, nanti susah loginnya.
      3) utamakan pelayanan rujukan, karena pasien membutuhkan surat rujukan yg dihasilkan dari print nya p-care, klo susah dan lemot bikin rujukannya, buatin aja surat rujukan manual dan tulis SISTER PCARE SEDANG BERMASALAH, karena pelayanan pasien memang yg utama, jadi jgn sampe pasien nunggu lama.
      4) untuk selain rujukan, entry datanya bisa ditunda (asal msh dihari yg sama), biasanya klo diatas jam 12 lancar pcarenya, nah itu kesempatan buat entry data.

    yudhs said:
    January 21, 2014 at 2:26 am

    servernya lelet banget… entry data pasien cuman saving terus gak keupdate2..

    ADI said:
    January 27, 2014 at 4:01 am

    UDAH COBA BEBERAPA KALI PASWWORD DENGAN USERNAME TIDAK MAU TERBUKAK KEK MANA CARA YA NI.

      masheri2013 responded:
      January 29, 2014 at 1:24 am

      kalo mentok/gak bisa terpaksa harus kontak admin yang ada di pt.askes

        doni said:
        September 23, 2014 at 4:21 am

        Klau dapetin pasword n username nya harus k kantornya langsung ya
        Knpa tidak mndaftar di internet aja

        masheri2013 responded:
        September 27, 2014 at 12:07 am

        karena ini khan close sistem, bukan sistem untuk umum, jadi memang tdk terbuka seperti mas doni inginkan.

    Samsuddin said:
    January 27, 2014 at 12:52 pm

    leletnya server masih wajar karena masih dalam peralihan begini

    Gde Apy89 said:
    March 20, 2014 at 12:19 am

    pcare susah dibuka,sekalinya bisa di buka lelet bgt

      masheri2013 responded:
      March 20, 2014 at 1:03 am

      ya, sama ditempat saya juga seperti itu. terkadang harus diinput keesokan harinya.

    Wanz said:
    March 20, 2014 at 4:12 am

    Kenapa servernya sering gangguan, sangat menghambat untuk input data

      masheri2013 responded:
      March 20, 2014 at 4:43 am

      ini mungkin karena memang servernya gak siap. yang perlu kita ketahui bahwa user pcare adalah puskesmas yang jumlahnya 9.655 puskesmas. Kebayang gak gimana crowdednya lalulintas data yang lewat pcare.
      nah kalo servernya yang siap ya akibatnya gini, lemot, sering putus, dll.

    sahroni said:
    March 20, 2014 at 11:19 pm

    pcare sering eror mas. Data terakadang tidak ter entry.

      masheri2013 responded:
      March 21, 2014 at 2:05 am

      Ya sama mas. Perlu sabar, usaha dan mencari waktu yang lalulintas data pcare tdk ramai. Entry data skrg tdk harus dihari pasien berobat, jadi kalo lagi cepet entry datanya manfaatkan sebaik mungkin.
      Yg pusing kalo rujukan (khan harus cepet), jadi siapkan selalu form rujukan manual.

    empeb al latif said:
    April 4, 2014 at 2:28 pm

    mf apkh smua anggota bisa dpt user name sama pasword? bagaimana cara nya?

      masheri2013 responded:
      April 5, 2014 at 8:50 am

      setiap puskesmas akan mendapatkan username dan password BPJS-Kesehatan setempat. Pada bulan Desember 2013, harusnya semua puskesmas telah diundang untuk mengikuti pelatihan penggunaan P-Care di setiap daerah yang diselenggrakan oleg BPJS-kesehatan (Askes).

    Anto said:
    April 12, 2014 at 10:15 am

    kek man klo server masih lemod kasihan pacien nunggu terpaksa dgn cara manual deh

      masheri2013 responded:
      April 12, 2014 at 2:29 pm

      ya, klo utk rujukan harus segera dikerjakan, klo servernya gangguan, maka terpaksa manual. kalo yang lainnya bisa ditunda sampai servernya gak lelet.

    raja umron said:
    April 25, 2014 at 9:00 am

    tanya, kami menemukan kesalahan tempat pelayanan tingkat I, sebanyak 400 KK yang seharusnya pelayanan tk I nya adalah Puskesmas Aek Goti, tapi di kartu peserta tersebut tercantum pelayanan Tk I nya di Puskesmas Ulumahuam. bagai mana cara kami untuk merobah pelayanan Tk I agar sesuai dengan unit pelayanan terdekat. tks

      masheri2013 responded:
      April 28, 2014 at 1:48 am

      masyarakat yg terdaftar di unit yankes yang jauh domisilinya dapat mengajukan permohonan pindah ke yankes terdekat. Pemindahan dilakukan di kantor bpjs-kes terdekat.

    stefanus said:
    April 25, 2014 at 1:42 pm

    saya rasa memang butuh penyempurnaan untuk sistem pcare yang memang masih seumur jagung. menurut info orang dalam, jumlah server nya sebanyak 10 dan berbasis linux. dan user aktif saat peak sebanyak 5000 user hmm.. gak ngerti deh tuh gimana caranya biar makin oke. kita doakan saja lah..

    mohammad nur hidayat said:
    June 3, 2014 at 4:06 am

    puskesmas tunjung kab. lumajang baru saja saya ganti password tetapi saya nuka dengan password yang baru kok tidak bisa. apakah bisa minta tolong direset lagi ke password awal ? kami tunggu segera terima kasih

      masheri2013 responded:
      June 13, 2014 at 2:56 am

      coba hubungi kantor BPJS terdekat

    any said:
    July 14, 2014 at 2:55 pm

    sabar……sabar hal yg baru pasti banyak kendala

      masheri2013 responded:
      September 27, 2014 at 12:15 am

      Yups, selalu semangat.

    ratana kusumastuti said:
    August 30, 2014 at 3:43 am

    kalo pasien sudah entri dilayanan tidak bisa menyimpan/oops error,pasien tersebut sudah tidak bisa di entri lagi,dalam pendaftaran pasien statusnya belum dilayani,gimana caranya,untuk entri lagi ditanggal yang sama

      masheri2013 responded:
      September 27, 2014 at 12:14 am

      sebenarnya sudah terentry, cuma biasanya belum dientry obatnya saja. coba buka lagi layanan dengan no pendaftaran pasien tersebut kembali, kemudian buka riwayat terakhir di sebelah no pendaftaran (tulisan berwarna biru “tampilkan 10 data riwayat terakhir”), pilih tanggal hari terakhir/paling atas kemudian siap untuk ditambahkan data obat dan selesai. tampilan di menu pendaftaran tetap belum dilayani, tapi tdk masalah karena di database sdh terisi.

    putri said:
    September 23, 2014 at 11:30 am

    mas, mhon pencerahan.. Dimana kita bisa lihat daftar diagnosa penyakit pada pcare ini mas.. Karena sring trjadinya ‘kode diagnosa salah’. Apa ada daftar bakunya mas? Trims

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s